Posts

Showing posts from August, 2017

Orang miskin yang merdeka

Image
(Sumber gambar : google) Suatu pagi dibulan Agustus saat penulis duduk menikmati setiap tegukan kopi dengan semangat nasionalis yang seakan-akan membeludak. Refleksi indah pun hadir ditengah-tengah pahitnya tegukan kopi. Seperti yang kita ketahui bersama bahwa bulan Agustus adalah bulan yang sangat istimewa bagi bangsa Indonesia, ya inilah bulan di mana Indonesia merdeka dari penjajahan Jepang 72 tahun silam. Tanggal 17 Agustus menjadi titik klimaks dari bulan Agustus, karena ditanggal itulah tepatnya bangsa Indonesia terbebas dari kerasnya kerja rodi dan kejamnya romusa.  Penulis merasa heran kenapa gambaran wajah merdeka justru tergambar dari warga miskin yang memiliki sejuta masalah dalam bidang sosial dan ekonomi. Seperti tahun-tahun sebelumnya penulis selalu turut merasakan panasnya atmosfer perayaan kemerdekaan atau lazimnya disebut acara 17-an dikampung. Hiruk pikuk sorak dan tawa memecah keheningan di seluruh kampung. Antusias warga merayakan hari kemerdekaa...

Sekolah di Mata Masyarakat

Image
  (Sumber Gambar : Google) Sekolah adalah bangunan atau lembaga untuk belajar dan mengajar serta tempat menerima dan memberi pelajaran/menurut tingkatannya, ada sekolah dasar, sekolah lanjutan, dan sekolah tinggi(KKBI dalam Poerwadarminta: 1999). Namun, dimasa dewasa ini orang-orang sudah mengartikan sekolah sebagai sebuah kebutuhan yang mendarah daging seiring perkembangan zaman. Sekolah mengambil peran penting di kehidupan kita dan sedemikian rupa ‘mentardisi’ dan nyaris menjadi segala-galanya dalam kehidupan demi masa depan yang kita impikan. Merasuk ke dalam jiwa dan pikiran sehingga mempengaruhi paradigma kita dengan menyeragamkan keberagaman. Sehingga sedemikian rupa membentuk jati diri kita. Sekolah telah menjadi sebuah imperatif budaya, semacam penyakit ke tidak sadaran kolektif, sehingga hampir seluruh orang merasa bahwa tidak ada lagi masa depan untuk mereka yang gagal dalam sekolah, baik tidak sekolah, putus sekolah, atau pun gagal dalam mencapai tingkatan sek...

Suara Bisu

Suara Bisu Sunyinya malam menghadirkan sebuah senyuman Namun aku tahu ragamu tak lagi dalam genggaman Ia telah hijrah meninggalkan sebuah kenangan Sebuah senyum yang tebingkai rapi dalam ingatan Ku titipkan namamu dalam tuntutan doaku Biar sang khalik yang tahu apa inginku Gemuruh doaku menyertai kepergianmu Karena engkau tetaplah yang menawan Ku ringankan ingatan untuk tidak membenci kenangan Karena kenanganku indah karenamu Meski engkau kini telah pergi sejauh mata memandang Senyummu tetaplah dipelupuk mata dengan bantuan ingatan Pergilah..!! Secepat tik tok jam dinding mengubah waktu Disini aku cukup yakin sang khalik akan menuntunmu padaku Harapan besarku dibalik diam yang memohon