Satu Tujuan Beda Jalan

Berbicara tentang kehidupan tentu tidak akan ada habisnya apa lagi jika kita membahas tentang tujuan kita dimasa depan, kita bak berbicara tentang berapa jumlah tetes air di dalam samudra. Manusia itu adalah mahluk yang tidak akan puas akan apa yang telah ia capai jika ia punya satu gunung emas dalam genggamannya maka ia akan berusaha lagi untuk menjadikan dua gunung emas dalam genggamannya. Namun kehidupan tidaklah mudah karena hidup bukan hanya sekedar hidup, jika hidup hanya sekedar hidup maka seekor kerapun mampu menjalaninya. Hidup bukanlah sekedar mencari makan setelah perut terpenuhi kita kembali tidur untuk menunggu perut merasa lapar lagi, bukan juga tentang hanya sekedar bernafas apa lagi hanya sekedar menunggu pagi berganti siang, siang berganti sore, sore berganti malam dan malam kembali menjadi pagi hingga sang pencipta mengatakan waktunya pulang, hidup tidaklah sesimpel itu teman. Kita harus terus bergerak mengikuti perkembangan yang ada mengingat kita ini memiliki perasaan yang dapat mempengaruhi kehidupan kita dan perasaan itu menutut kita untuk terus beranjak dari satu tempat ke tempat yang satunya.

Waktu demi waktu terus berjalan tidak akan ada yang bisa menghentikannya bahkan para pembuat jam pun tidak akan bisa menghentikan waktu. Dengan perubahan waktu yang terus berlalu tentunya ada banyak hal yang telah berubah. Perubahan waktu telah mempertemukan kita dan ini bukanlah sebuah kebetulan karena kita bersatu karena kita memiliki tujuan yang sama. Entah berapa banyak waktu yang telah kita habiskan bersama hanya sekedar bercanda bersama guna melepas beban pikiran yang ada melalui sebuah gurauan-gurauan konyol yang membuat kita tertawa lepas. Pertemuan dengan kalian membuat saya sadar akan pentingnya kebersamaan karena kebersamaan yang kita rangkai bukanlah sekedar berjalan beriringan menuju tujuan yang sama namun kita berjalan beriringan sambil berpegangan tangan. Sedikit rasa takut, kegelisahan, ataupun gemetaran yang salah satu dari kita rasakan pasti yang lain akan merasakan getaran itu. Mungkin inilah yang orang-orang maksud saudara yang tak sedarah. Kita bersatu bukan kerena kita memiliki sifat yang sama namun kita memiliki berbagai sifat yang kita miliki dan itu menjadikan kebersamaan ini seakan tidak sepi dengan tawa meski terkadang kita sendiri tidak tahu apa yang kita tertawai. Namun memang tidak mudah menyatukan sifat kami yang bebeda-beda mulai dari yang sifatnya sukanya serius mulu, cuek, pendiam, , fleksibel dan yang terakhir dan yang bikin rame adalah konyol, memang betul yang dikatakan orang bahwa dalam persahabatan pasti akan ada satu atau dua orang yang "gila" kalau bukan teman kalian, itu berarti kamulah orangnya. Menyatukan sifat ini tidaklah mudah namun dengan satu wadah yang disebut pramuka sifat-sifat ini berbaur menjadi satu dan memberikan warna yang beda dalam persabatan ini.

Kini kata pepatah sudah mulai berlaku bahwa dimana ada pertemuan disana ada perpisahan, waktu yang mempertemukan kita waktu pulalah yang akan memisahkan kita. Sungguh dengan berat hati kita harus menerima perpisahan ini bukan karena kita tidak satu tujuan lagi, namun perbedaan jalan yang kita lalui menuju tujuan kitalah yang memisahkan kita. Akan tetapi, saya yakin sutu saat nanti seiring berjalannya waktu kita akan bertemu lagi dimasa depan. Satu hal yang saya yakini saya tidak akan bisa lagi menemukan teman yang seperti kalian lagi, jangan seperti kalian menghampiri kalin pun mungkin tidak akan ada lagi. Semoga tujuan kita dapat kita capai dan sukses selalu untukmu saudaraku yang tak sedarah..

Comments

Popular posts from this blog

Kemajuan Teknologi, Motifasiku

Pesan Tersirat Dalam Doa

Kartini Day's