Keseimbangan
Keseimbangan suatu hal yang sangat diperlukan dalam kehidupan. Allah yang Maha kuasa telah memberikan keseimbangan untuk seluruh ciptaannya. Allah telah menciptakan manusia dengan berbagai keseimbangan mulai dari akal dan nafsu, lapar dan kenyang, sakit dan sehat, pikiran dan perasaan dan masih banyak lagi. Namun saya tidak akan membahas semua hal tersebut. Saya hanya akan membahas keseimbangan antara perasaan dan pikiran karena ini akan menentukan dimana kita akan berakhir.
Perasaan dan pikiran ini melibatkan hati dan otak dan ini adalah hal yang dimiliki oleh setiap manusia pada umunya "waras". Namun saya terkadang tidak bisa menyeimbangkan apa yang saya rasakan dengan apa yang saya pikirkan dan ini adalah hal yang menyebalkan. Saya merasa dinahkodai oleh pikiran, akan tetapi apa yang saya pikirkan terkadang tidak sejalan dengan apa yang saya rasakan. Saya terkadang bingun ingin mengikuti yang mana apakah mengikuti kata hati atau pikiran? Meski kata orang hati itu tidak bisa dibohongi akan tetapi pikiran juga mesti dipertimbangkan agar kita tidak terlihat bodoh. Terkadang saya juga memikirkan hal-hal yang negatif untuk memberikan gambaran pada perasaan saya bahwa perasaan ini harus saya buang jauh-jauh. Namun hal ini seakan-akan siya-siya saja.
Sebuah keganjalan yang terjadi dalam diri kita ini kerap terjadi dalam kehidupan kita utamanya dalam kisah hidup yang penuh kata-kata manis nan manja yaitu percintaan. Kalian pasti tahu kenapa hal ini sering terjadi dalam dunia percintaan. Karena kata orang cinta itu buta dan memang benar begitu kenyataannya. Teman-teman pasti pernah melihat lelaki yang "menuhankan" wanita begitupun sebaliknya. Cinta itu bisa mengubah segala hal dalam sekejap baik yang buruk menjadi baik begitu pun sebaliknya. Cinta, ini adalah hal yang membuat hidup manusia lebih berwarna karena itulah cinta bisa mengubah semuanya dengan mudah dan cepat. Saya tidak tau asal cinta ini dari mana apakah dari perasaan ataukah dari pikiran. Saya juga tidak mengerti apa tujuan cinta di usia remaja apakah karena gensi ataukah hanya pelampiasan nafsu belaka. Yang jelas cinta itu sebuah potensi yang sangat besar dalam diri manusia yang mesti kita pahami. Karena terkadang cinta sifatnya membangun atau pun menjatuhkan karena cinta memiliki kekuatannya masing-masing.
Dalam tubuh kita itu ada tiga hal yang saling berkaitan yaitu perasaan, pikiran, dan fisik. Tentunya situasi yang saya alami ini yaitu ketidak seimbangan antara pikiran dan perasaan akan mempengaruhi kondisi fisik saya. Nah dalam tubuh saya ini seakan-akan terjadi perkelahian antara pikiran dan perasaan yang tidak bisa saya mengerti dan fisik saya lah yang menjadi korbannya. Setelah mencari referensi dari beberapa sumber saya dapat mengerti bahwa permasalahan yang terjadi dalam hidup saya ini dapat saya atasi. Ternyata kita dapat mengendalikan dan menentuka siapa yang akan memenangkan perkelahian itu. Ibarat kata dalam sebuah geng motor pikiran adalah bos, perasaan adalah tangan kanan, dan fisik adalah anak buah dalam geng ini. Setiap aktifitas yang dilakukan berasal dari perintah bos. Namun itu tidak berarti bahwa seluruh inisiatif itu muncul dari bos bisa jadi inisiatif itu muncul dari tangan kanan karena tangan kanan ini memiliki wewenag untuk memberikan saran dan saran itu bagaikan bisikan "tuhan" karena kemunculannya yang begitu saja. Sebagai seorang bos dia berhak mempertimbangkan bisikan dari tangan kanan ini. Disinilah bos berperan sebagai penentu keputusan apa yang akan dilakukan dalam geng ini. Nah sebagai anak buah dia akan menjalankan apapuan keputusan bosnya meskipun itu akan membuatnya terluka karena dia tidak memiliki wewenag untuk memberikan saran ataupun sejenisnya karena tugasnya hanyalah menjalankan perintah. Karena pikiran posisinya adalah bos kita dapat memilih apakah kita akan mendengarkan bisikan "tuhan" yang berasal dari perasaan atauka mengabaikannya dalam artian kita dapat menentukan siapa yang akan kita menangkan dalam pertarungan ini. Akan tetapi mesti kita pahami bahwa perasaan itu tidak pernah berbohong meski kita akan terlihat bodoh didepan orang lain yang tidak mengerti kita jika kita menurutinya.
Comments
Post a Comment