Siapalah saya

Saya tidak lebih dari secarik daging dari segumpal daging, yang memiliki kisah hidup yang kurang menarik. Saya hanyalah sepenggal kisah dari buah cinta kedua orang tuaku. Saya lebih banyak diam dari pada berbicara karena aku lebih suka mengamati dari pada mengumbarkan apa yang saya tahu. Saya hanyalah pemulung kata yang mencoba mengambarkan kehidupanku dalam sebuah kata. Saya mengerti bahwa saya tidak memiliki peran penting dalam alur kehidupan karena saya hanyalah seorang remaja yang mencoba mengarungi luasnya kehidupan dengan modal keyakinan.
     
Saya memiliki sejuta masalah yang saya ciptakan sendiri karena kecerobohan dan kebodohanku sebagai manusia yang tidak sempurna. Saya memiliki pemikiran yang jauh dari kata kecerdasan, saya hanyalah memiliki pemikiran yang sederhana. Saya tidak suka dengan hal yang rumit, karena saya bukan tipe orang pemikir. Akan tetapi saya bertidak sesuai dengan pikiranku bukan perasaanku,  berjalan sesuai dengan imajinasiku bukan logikaku karena saya beranggapan bahwa perasaan akan melemahkan tindakanku dan logikaku akan membatasi langkahku. Saya tidak ubahnya seperti benalu meskipun begitu saya tidak ingin terlihat sedih dikala orang lain bahagia dan tidak ingin terlihat bahagia dikala orang lain berduka. Saya hanya mendengarkan orang yang saya anggap berarti dan memiliki pengruh dalam hidupku. Begitupun sebaliknya saya tidak akan mendengarkan ocehan dari mereka yang saya anggap tidak berarti dan tidak memiliki pengaruh dalam hidup saya. Saya itu orangnya cuek dalam segala hal setidaknya itu penilaian orang-orang disekitarku.
     
Saya hanyalah remaja yang tidak punya apa-apa yang mesti dibanggakan. Saya akan mempertahankan apa yang saya anggap berarti dalam kehidupanku. Saya bukanlah orang yang suka mencari sensasi ataupun kontrofersi demi sebuah eksistensi. Saya berharap kecukupan bukan kekayaan karena kekayaan belum tentu cukup untuk membuat saya jadi bahagia akan tetapi kecukupan akan menjawab semua keluhanku. Saya hanyalah orang yang lemah akan tetapi sebuah kepercayaan akan menguatkanku. Saya ini adalah orang yang memiliki sejuta alasan, karena alasanlah sampai saat ini saya masih berjuang dalam mengarungi kerasnya kehidupan.

Comments

Popular posts from this blog

Kemajuan Teknologi, Motifasiku

Pesan Tersirat Dalam Doa

Kartini Day's